PLAN YOUR

DREAM
TRIP

Cari Jadwal Perjalanan

Kota Asal
Kota Tujuan
Tgl. Berangkat
Jml Penumpang

Kuburan Batu Lemo

04 September 2015

Tradisi pekuburan dalam liang batu di Lemo sudah berlangsung sejak tahun 1650, digunakan pertama kali atas perintah ketua adat setempat bernama Songgi Patalo, keturunan Puang Tomembuli Buntu. Pekuburan yang dianggap paling tua adalah yang terletak di sebelah kiri liang yang dibuat oleh anak dari Singgi Patalo bernama Sakkoda pada sekitar 1680. Kemudian menyusul di sebelah kanannya, yang termasuk milik keturunan dari tongkonan Tondok Buntang. Sekitar abad ke-18 kompleks ini sudah dikuasai oleh beberapa rumpun keluarga yang mempunyai hubungan dengan keturunan Tongkonan Tondok, tetapi sudah berdiri sendiri antara lain; kuburan Tatto Bara milik Tongkonan Kalosi, kuburan Tambolang, kuburan Goannanunggu. Jadi, liang tentu menjadi warisan yang merupakan kuburan milik keluarga yang membuatnya, yang selanjutnya hanya boleh dipergunakan untuk menguburkan anggota keluarga dari rumpun itu juga.

Situs ini terdiri dari 2 obyek yaitu kuburan batu dan rumah adat. Kuburan batu terletak di sebelah Barat Daya rumah adat berjarak ? 300 m dibatasi oleh persawahan. Kuburan tersebut terletak di atas dinding batu cadas dengan ketinggian paling rendah 5 m dan tertinggi 14 m, memanjang 155 m dari Utara ke Selatan dengan jumlah lubang seluruhnya yang tampak 59 buah. Pada sisi Utara dibuatkan lubang tempat patung-patung keluarga (tau-tau) yang dikuburkan, sedangkan rumah adat induk keseluruhan berjumlah 3 buah berukuran 7,6 m x 4,4 m bertiang panggung dan beratap bambu kecil bersusun dengan dinding berhias khas Tana Toraja. Di depan bangunan induk terdapat 1 buah lumbung di sebelah Utara bangunan induk.



Tags: wisata toraja lemo kumuran batu





Let's socialize




© 2015 | GGTechno
All Rights Reserved


Customer Support
Jl. Perintis Kemerdekaan KM 13
Komp Ruko Bukit Khatulistiwa
Blok B No 8 - Makassar
0411 - 4772290
ticket@primadonabus.com